The Silence of The Mou
The Silence of The Mou (Mourinho pun tidak
mengembek lagi)
Bagi anda penggemar film thriller tentunya
judul ini tidak asing lagi. Karena benar..., judul ini plesetan dari The Silence
of The Lamb dengan tokoh utamanya Dr. Hanibal Lecter. Tetapi apabila karakter
Hanibal Lecter tersebut merupakan tokoh dalam sebuah film, tetapi Jose Mourinho
adalah pelatih tim sepakbola Chelsea yang sepak terjangnya penuh kontroversi.
Selain dikenal sebagai seorang pelatih yang
penuh prestasi, bayaran fantastis dan petualangannya diberbagai liga
utama eropa cukup menarik. Membangun reputasi di FC Porto kemudian berpindah-pindah beberapa
club besar se[erti Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan saat ini kembali
bersama Chelsea. Diberbagai club tersebut Mourinho terkenal dengan tangan
dinginnya dalam memberikan prestasi, meskipun dengan pola permainan pragmatis hanya
fokus kepada kemenangan. Disisi lain Mourinho juga terkenal sebagai Master of Psy
War, sangat jago dalam perang kata-kata yang bisa mempengaruhi lawan-lawan yang
akan dihadapi Chelsea. Sehingga biasanya partai big match yang melibatkan
Chelsea selalu mendapatkan sorotan media jauh sebelum game berlangsung,
terutama terpancing berbagai komentar panas yang kerap dilontarkan oleh
Mourinho baik tentang club calon lawan ataupun pelatih dari club tersebut.
Sehingga dengan segala reputasi tersebut dengan pedenya Mourinho melabeli dirinya
sendiri sebagai “The Special One”.
Bicara mengenai psy war, salah satu korban
yang paling sering di bully oleh Mourinho adalah Arsene Wenger pelatih Arsenal.
The Professor begitu Wenger dijuluki, di bully oleh Mourinho dengan sebutan “The
Failure One”. Itu tidak hanya terjadi saat kedua club saling berhadapan, tetapi
bahkan saat ditanya media tentang pelatih club lain, bisa-bisanya Mourinho
malah mengalihkan komentar seputar Wenger. Seperti saat Mourinho diawal musim ditanya tentang kontrak Peligrini di Manchester City, jawaban Mourinho adalah seputar
kondisi Wenger di Arsenal selama bertahun-tahun tanpa trophy tapi tetap
mendapatkan perpanjangan kontrak di Arsenal. Musim ini pun Mourinho semakin jumawa apalagi
saat kedua club bertemu langsung di kandang Chelsea pertandingan berakhir
dengan kemenangan Chelsea 2 – 0. Meskipun jalan pertandingan penuh drama dan
kontroversi, dimulai dengan tindakan tidak sportif dari Diego Costa yang
berakhir dengan diusirnya dua orang pemain Arsenal dalam pertandingan tersebut,
Mourinho tetap pede berkomentar dan berkata bahwa Chelsea pantas menang dalam
pertandingan tersebut.
Tetapi kemudian semua berbalik, FA melakukan investigasi
dan Diego Costa dijatuhkan sangsi larangan bermain, dan kemudian Chelsea pun
mengalami tren kekalahan beruntun seperti sudah terbiasa.
Puncaknya pada pekan ke 11 BPL ini, disaat
Wenger The Professor mencapai Milestone gol yang ke 2000 bersama Arsenal atas
kemenangan 3 – 0 atas Swansea, Mourinho The Special One juga tak mau kalah
mengukuhkan sebuah prestasi yang belum pernah dicapai oleh pelatih Chelsea
lainnya. Setelah mengalami kekalahan 3 – 1 dari Liverpool maka Chelsea pun
mengukuhkan 11 poin dari 11 pertandingan. 11 poin dari 11 pertandingan, kalau
angkanya di gandeng akan menjadi 1111. Wah.....cocok banget....ada empat angka
1, Mourinho....your not special one....your just have too many number “1”. Jadi
wajarlah kalau Mourinho pun tidak mengembek lagi, tak ada komentar
arogan...diam saja cukup... Apalagi kabarnya big boss...Abrahamovic sudah minta
hitung berapa pesangon yang mesti dipersiapkan bila “The Failed One” nanti
ditendang.

No comments:
Post a Comment