Sunday, 1 November 2015

The Silence of The Mou

The Silence of The Mou (Mourinho pun tidak mengembek lagi)

Bagi anda penggemar film thriller tentunya judul ini tidak asing lagi. Karena benar..., judul ini plesetan dari The Silence of The Lamb dengan tokoh utamanya Dr. Hanibal Lecter. Tetapi apabila karakter Hanibal Lecter tersebut merupakan tokoh dalam sebuah film, tetapi Jose Mourinho adalah pelatih tim sepakbola Chelsea yang sepak terjangnya penuh kontroversi.

Selain dikenal sebagai seorang pelatih yang penuh prestasi, bayaran fantastis dan petualangannya diberbagai liga utama eropa cukup menarik. Membangun reputasi di FC Porto kemudian berpindah-pindah beberapa club besar se[erti Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan saat ini kembali bersama Chelsea. Diberbagai club tersebut Mourinho terkenal dengan tangan dinginnya dalam memberikan prestasi, meskipun dengan pola permainan pragmatis hanya fokus kepada kemenangan. Disisi lain Mourinho juga terkenal sebagai Master of Psy War, sangat jago dalam perang kata-kata yang bisa mempengaruhi lawan-lawan yang akan dihadapi Chelsea. Sehingga biasanya partai big match yang melibatkan Chelsea selalu mendapatkan sorotan media jauh sebelum game berlangsung, terutama terpancing berbagai komentar panas yang kerap dilontarkan oleh Mourinho baik tentang club calon lawan ataupun pelatih dari club tersebut. Sehingga dengan segala reputasi tersebut dengan pedenya Mourinho melabeli dirinya sendiri sebagai “The Special One”.

Bicara mengenai psy war, salah satu korban yang paling sering di bully oleh Mourinho adalah Arsene Wenger pelatih Arsenal. The Professor begitu Wenger dijuluki, di bully oleh Mourinho dengan sebutan “The Failure One”. Itu tidak hanya terjadi saat kedua club saling berhadapan, tetapi bahkan saat ditanya media tentang pelatih club lain, bisa-bisanya Mourinho malah mengalihkan komentar seputar Wenger. Seperti saat Mourinho diawal musim ditanya tentang kontrak Peligrini di Manchester City, jawaban Mourinho adalah seputar kondisi Wenger di Arsenal selama bertahun-tahun tanpa trophy tapi tetap mendapatkan perpanjangan kontrak di Arsenal. Musim ini pun Mourinho semakin jumawa apalagi saat kedua club bertemu langsung di kandang Chelsea pertandingan berakhir dengan kemenangan Chelsea 2 – 0. Meskipun jalan pertandingan penuh drama dan kontroversi, dimulai dengan tindakan tidak sportif dari Diego Costa yang berakhir dengan diusirnya dua orang pemain Arsenal dalam pertandingan tersebut, Mourinho tetap pede berkomentar dan berkata bahwa Chelsea pantas menang dalam pertandingan tersebut. 

Tetapi kemudian semua berbalik, FA melakukan investigasi dan Diego Costa dijatuhkan sangsi larangan bermain, dan kemudian Chelsea pun mengalami tren kekalahan beruntun seperti sudah terbiasa.

Puncaknya pada pekan ke 11 BPL ini, disaat Wenger The Professor mencapai Milestone gol yang ke 2000 bersama Arsenal atas kemenangan 3 – 0 atas Swansea, Mourinho The Special One juga tak mau kalah mengukuhkan sebuah prestasi yang belum pernah dicapai oleh pelatih Chelsea lainnya. Setelah mengalami kekalahan 3 – 1 dari Liverpool maka Chelsea pun mengukuhkan 11 poin dari 11 pertandingan. 11 poin dari 11 pertandingan, kalau angkanya di gandeng akan menjadi 1111. Wah.....cocok banget....ada empat angka 1, Mourinho....your not special one....your just have too many number “1”. Jadi wajarlah kalau Mourinho pun tidak mengembek lagi, tak ada komentar arogan...diam saja cukup... Apalagi kabarnya big boss...Abrahamovic sudah minta hitung berapa pesangon yang mesti dipersiapkan bila “The Failed One” nanti ditendang.

No comments:

Post a Comment